Pasar sedang berspekulasi tinggi terhadap JGLE seiring dengan adanya rencana rights issue sambil mengejar tren harga saham yang terbaca uptrend.
Kepemilikan asing di JGLE naik 63,84 juta saham pada Juli 2026 menjadi 26,165%. Namun, JGLE masih mencatat rugi Rp17,51 miliar.
Grup Bakrie akan gelar rights issue (BNBR, VKTR, JGLE) dan private placement (UNSP) dengan potensi meraup dana hingga Rp 10 triliun.
Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) akan mengakuisisi seluruh saham PT Jungleland Asia yang saat ini dimiliki PT Adiprotek Envirodunia.
Rugi neto JGLE melebar 74% menjadi Rp 46,42 miliar di 2025. Penurunan pendapatan dan kenaikan beban pokok jadi pemicu utama.