Sesuai keputusan RUPSLB, emiten jasa konstruksi ini akan memecah nominal saham dari Rp 50 jadi Rp 25 per saham.
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mendapat persetujuan pemegang saham untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split.
HRUM dan PBSA dinilai punya prospek positif, sementara EURO masih disarankan wait and see karena pertumbuhan laba terbatas.
Simak agenda RUPS emiten pada 14-18 September 2026, mulai dari rights issue, restrukturisasi, perubahan direksi hingga pembagian dividen.
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pemecahan saham alias stock split dengan rasio 1:2.