SMDM mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 22,11 miliar di 2025, turun 82,13% secara tahunan.
Ini sebagai proyek perdana pasca akuisisi PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) pada Oktober 2024 lalu.
BEI menetapkan status unusual market activity terhadap saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) akibat penurunan harga saham di luar kebiasaan.
Suryamas Dutamakmur (SMDM) mencatatkan laba bersih Rp 123,77 miliar di tahun 2024, naik 18,74% dari laba tahun 2023 yang Rp 104,23 miliar.
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan tiga saham mulai Sesi I hari ini, Kamis (27/2).