Penjualan PPRI tumbuh 4,9% menjadi Rp 154,8 miliar di tengah ketidakpastian global 2025. PPRI mempertahankan laba kotor, cek strategi mereka.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status unusual market activity (UMA) terhadap saham PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI).
Irsyad Hanif sebagai Direktur Utama PPRI menggantikan Catur Jatiwaluyo. Kemudian Catur Jatiwaluyo dan Dillon Sutandar menjabat sebagai direktur.
Faktor utama yang menekan laju industri kemasan adalah melemahnya daya beli akibat penurunan permintaan, ditambah maraknya pemain baru.