Sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026, investor asing institusi menunjukkan agresivitasnya di saham produsen emas.
BRMS membukukan kenaikan pendapatan sebesar 54%, laba usaha sebesar 118%, dan laba bersih sebesar 99% pada 2025.
Saham BRMS sudah tergolong premium, namun tetap di harga wajar jika memperhitungkan ekspektasi kenaikan produksi dari pabrik barunya di Palu.
Harga saham emiten emas seperti ANTM, BRMS, hingga MDKA melemah pada Maret 2026 meski harga emas dunia terus naik. Simak rekomendasi analis.?