Garuda Indonesia (GIAA) menyiapkan sejumlah langkah taktis untuk meredam dampak kenaikan harga avtur akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
Garuda Indonesia Group yang terdiri dari Garuda Indonesia dan Citilink menuntaskan operasional periode dengan Lebaran 1447 H/2026
Manajemen Garuda menyebutkan bahwa momen keluarnya GIAA dari papan pemantauan khusus menjadi momen penting untuk memperbaiki persepsi pasar.
Garuda Indonesia menargetkan 118 pesawat siap operasi pada 2026 untuk akselerasi kinerja. Penambahan armada ini bisa jadi penentu masa depan GIAA.