Pelemahan IHSG sejalan dengan tekanan yang terjadi di pasar saham Asia. Investor mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah
INDY melonjak 11,03% pimpin penguatan saham PER tertinggi LQ45, sementara AADI naik 5,96% pimpin PER terendah pada 9 September 2026.
Indika Energy mendirikan KMI untuk memperluas bisnis mobilitas, mencakup sewa kendaraan, mobil bekas, reparasi, dan perdagangan karbon.
Indika Energy (INDY) berencana menjual sebanyak 7,5 juta saham treasuri hasil pembelian kembali alias buyback saham yang telah eksekusi pada 2020.