Tak satu pun saham di kelompok Saham LQ45 dengan PER terendah yang melemah pada perdagangan 27 Agustus, seluruh sepuluh nama kompak menguat.
Saham JPFA jadi penurun terbesar di jajaran 10 Saham LQ45 dengan PER terendah, satu-satunya yang melemah lebih dari 3%.
Prospek saham emiten sektor perunggasan (poultry) masih positif pada 2026, ditopang oleh perbaikan harga livebird serta efisiensi biaya pakan.
Indo Premier pertahankan buy saham JPFA dengan target Rp3.400. Kinerja diproyeksi pulih diS semester II-2026 ditopang harga broiler, DOC, dan MBG.