Jasa Marga (JSMR) membukukan pendapatan usaha naik 7,9% menjadi Rp 15,6 triliun hingga kuartal III-2026, ditopang peningkatan pendapatan tol.
Sentimen pendorong kinerja JSMR ke depan adalah penyesuaian tarif tol, pertumbuhan trafik, valuasi murah, divestasi aset tol, dan buyback saham.
Buyback JSMR berpotensi mengerek laba per saham, tetapi harus mempertimbangkan liabilitas Rp 100 triliun dan kebutuhan belanja modal.