Saham TOWR ditutup melemah 1,75% secara harian ke Rp 560 pada Senin (12/1/2026). TOWR dalam tahap limited downside dan berpeluang rebound.
Potensi pemulihan ARPU diprediksi menjadi bahan bakar baru bagi emiten menara telekomunikasi di tahun 2026.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) fokus diversifikasi segmen non menara sebagai mesin pertumbuhan baru
Sarana Menara Nusantara (TOWR) catat kinerja positif di kuartal III- 2025, didorong sewa menara & diversifikasi FTTT/FTTH. Proyeksi stabil 2026