
PT PP Presisi Tbk (PPRE) mendapat restu pemegang saham untuk melepas seluruh kepemilikannya di PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA).
Beban pokok pendapatan ikut naik ke Rp 4,07 triliun di 2025, dari sebelumnya Rp 3,01 triliun di 2024.
PT PP Presisi Tbk (PPRE) memperoleh kontrak baru berupa pekerjaan pembangunan jembatan box culvert di Halmahera.
PP Presisi (PPRE) menambah portofolio kontrak dari sektor pertambangan. Terbaru, PPRE memperoleh proyek jasa penambangan bauksit milik Antam.