Kenaikan harga minyak mentah dunia hingga menembus US$ 100 per barel menambah tekanan bagi industri baja nasional.
Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan PT Sarana central Bajatama Tbk (BAJA) sebesar Rp 500 per saham.
Harga minyak US$100 per barel menekan biaya energi dan logistik industri baja, berisiko menggerus margin serta menahan investasi.
KADI menyelidiki impor baja galvanis asal China setelah 81% impor Indonesia dari negara tersebut dan dinilai merugikan industri dalam negeri.