Dua katalis utama yang bisa menopang kinerja emiten sawit, yakni implementasi program biodiesel B50, serta kenaikan biaya pupuk dan logistik.
Meskipun penjualan naik, laba bersih NSSS justru turun 12,57% yoy menjadi Rp 141,77 miliar, disebabkan oleh kenaikan beban pokok penjualan.
BEI mensuspensi perdagangan empat saham (LUCY, PPGL, LEAD, NSSS) mulai 9 Januari 2026 karena kenaikan harga kumulatif yang sangat signifikan.
Laba NSSS diproyeksikan tumbuh 8% YoY dengan margin EBIT 50% dan produksi CPO naik 6% CAGR hingga 2031.