Biaya energi turun, profitabilitas emiten tambang diprediksi membaik di paruh kedua 2026. AMMN dan INCO paling sensitif terhadap perubahan ini.
Beban biaya emiten pertambangan logam diperkirakan mulai menyusut pada paruh kedua 2026 seiring normalisasi pasokan energi global.
Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada kuartal III-2026 dinilai berada dalam tren pemulihan yang cukup solid.
Proyek hilirisasi INCO diprediksi dorong laba di 2026. Analis pun memasang rekomendasi beli saham INCO