Analis menyebut penunjukkan BBRI dan BRIS ini tidak akan memiliki efek besar terhadap prospek kedua perbankan tersebut.
Dalam jangka pendek, emiten bank syariah diperkirakan masih akan mengandalkan margin pembiayaan sebagai salah satu penopang utama kinerja.
Laba BRIS semester I 2026 tumbuh 11% menjadi Rp4,2 triliun, ditopang pendapatan dan pembiayaan, meski NIM masih tertekan.
Saham bank besar kompak menguat hari ini.BBCA dianggap pilihan defensif, sementara BMRI, BBRI, BRIS, BBTN unggul potensi pertumbuhan.