Bank Kasikorn Indonesia dapat fasilitas pinjaman US$341 juta dari KBank untuk memperkuat likuiditas jangka panjang dan mendukung penyaluran kredit
BMAS dinilai paling defensif dalam rights issue IRSX dan BUVA, sementara investor perlu mencermati risiko dilusi dan fundamental.
Sebelumnya, Bank Kasikorn BMAS terlebih dahulu membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 27 Agustus 2026.
PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu alias private placement.